Estimasi Biaya Bangun Rumah Semi Permanen Dan Contohnya!


Biaya bangun rumah semi permanen Membangun rumah memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan membeli rumah jadi. Salah satu keunggulannya Anda bisa mendapatkan hunian impian dengan ukuran dan desain sesuai keinginan. Ada banyak biaya yang harus diperhitungkan saat hendak membangun rumah. Bagi Anda yang memiliki budget terbatas hunian semi permanen bisa dijadikan pilihan alternatif.

Sesuai namanya, rumah semi permanen ini dibangun dengan spesifikasi setengah permanen yang kualitas materialnya lebih rendah dibandingkan rumah permanen. Meskipun demikian, untuk kekuatannya bisa dibilang cukup bagi sebuah hunian. Selain ekonomis, pembuatan rumah semi permanen ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Rincian Biaya Bangun Rumah Semi Permanen Lengkap Dengan Contohnya


Perhitungan biaya bangun rumah semi permanen penting untuk dilakukan dengan baik agar konstruksi bisa berjalan mulus. Dalam proses pembangunan rumah ini banyak factor yang perlu diperhatikan. Mulai dari ukuran tanah, ukuran bangunan, luas sampai penggunaan material. Untuk lebih jelasnya, berikut panduan menghitung biaya bangun rumah yang bisa Anda gunakan!

Estimasi Perhitungan Harga Tanah

Rumah semi permanen bisa Anda wujudkan dengan melakukan perhitungan awal yaitu harga tanah. Sebaiknya pilihlah tanah dengan ukuran yang cukup dan tidak terlalu membebani dana. Sebagai contoh, harga tanah di Bandung untuk ukuran 60 m2 sebesar 4 juta/m2. Jadi jika Anda ingin membangun rumah diatas tanah seluas 60 m2 maka biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 240 juta.

Estimasi Perhitungan Biaya Pondasi

Selanjutnya yang harus diperhitungkan adalah biaya pondasi pembangunan rumah. Perhitungan biaya pondasi ini dilakukan dengan menghitung volume pondasi rumah. Setelah diketahui berapa volume pondasinya, Anda bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan dengan cara mengalikannya dengan patokan biaya per meter kubik.

Estimasi Perhitungan Biaya Material

Dalam membangun rumah semi permanen, biaya material tidak terlalu memakan budget besar. Berikut adalah contoh rincian biaya pembelian material bahan bangunan yang dibutuhkan untuk membangun rumah tipe 36!

  • Bata 90 buah/m2 x 154 m2 = 13.860 @500 per bata, jadi totalnya Rp. 500 x 14.000 = Rp. 7.000.000
  • Semen 90 sak x Rp.50.000/sak = Rp. 4.500.000
  • Pasir 20 m3 x Rp. 150.000/kubik = Rp. 3.000.000
  • Kerikil 1 m3 x Rp. 280.000/kubik = Rp. 280.000
  • Paku kurang lebih Rp. 400.000
  • Atap seng 40 lembar x Rp. 65.000/lembar seng = Rp. 2.600.000
  • Pintu PVC 5 buah x Rp. 450.000 = Rp. 2.250.000
  • Kusen pintu 5 buah x Rp. 200.000 = Rp. 1.000.000
  • Jendela 4 buah x Rp. 250.000 = Rp. 1.000.000
  • Kusen jendela 4 buah x Rp. 100.000 = Rp. 400.000

Estimasi Biaya Tenaga Kerja

Rincian terakhir yang harus dimasukkan ke dalam estimasi biaya bangun rumah semi permanen yaitu perhitungan biaya tenaga kerja. Biaya tenaga kerja ini bisa disesuaikan dengan penggunaan jasa tukang apakah sistemnya harian atau borongan. Berikut contoh rincian biaya lengkap tenaga kerja yang bisa Anda jadikan panduan!

  • Biaya pasang keramik ± Rp. 65.000/m2
  • Biaya pasang bata ± Rp. 35.000/m2
  • Biaya pasang plafon ± Rp. 45.000/m2
  • Biaya plester tembok ± Rp. 30.000/m2
  • Biaya instalasi listrik ± Rp. 60.000/titik
  • Biaya galian tanah ± Rp. 80.000/m2
  • Biaya pasang beton ± Rp. 30.000/2
  • Biaya pengecoran beton ± Rp. 150.000/m2
  • Biaya pengerjaan besi ± Rp. 3.000/kg
  • Biaya pengerjaan paving block ± Rp. 25.000/m2
  • Kuli setengah terampil ± Rp. 90.000/hari
  • Kuli terampil ± Rp. 100.000/hari
  • Tukang gali ± Rp. 85.000/hari
  • Tukang kayu terampil ± Rp. 120.000/hari
  • Tukang besi beton terampil ± Rp. 125.000/hari
  • Tukang cat ± Rp. 120.000/hari
  • Tukang besi terampil ± Rp. 130.000/hari
  • Tukang ledeng ± Rp. 120.000/hari
  • Tukang listrik ± Rp. 125.000/hari